Mas Sehat | Blog Tentang Kesehatan | Mas Sehat ~ Blog Tentang Kesehatan | www.mas-sehat.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

من حج ولم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه

“Barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji, kemudian dia tidak mengucapkan kata-kata yang keji atau kotor serta tidak berbuat kefasikan, maka dia akan kembali bersih (dari dosa-dosa) seperti hari ketika dia dilahirkan oleh ibunya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلاَّ الجنة

“Dari umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah sebagai penghapus dosa-dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur, tidaklah ada balasan baginya kecuali Al-Jannah.” [Muttafaqun ‘Alaihi, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Roudhoh, Butuh Kesabaran Ekstra untuk Mencapainya

Raudhah . ( haji dan umroh )
MAKKAH–Jangan pernah Anda berharap dapat menyelinap di sela-sela jamaah turki, karena selain berbadan besar, mereka juga relatif lebih tegap dan kuat dibanding jamaah asal Indonesia. Selain itu, jamaah asal Turki sangat bandel ketika ditertibkan oleh Askar/penjaga. Biasanya, mereka hanya akan mengangkat bahu sembari menoleh ke belakang jika dihalau oleh askar. Dia hanya butuh sedikit menoleh untuk untuk bisa menjangkau bahu teman di belakangnya.

Isyarat ini terpaksa harus diterjemahkan sebagai, “tidak ada ruang selain ke depan.” Dengan demikian askar akan lebih memilih menghalau orang-orang yang sedang berdoa di depan, daripada menghalau orang Turki. Hal ini berarti orang-orang turki berhak melangkah maju untuk semakin mendekati Roudhoh. Roudhoh adalah tempat antara mimbar Masjid Nabawi dan rumah Nabi Muhammad SAW. Roudhoh bagi Masjid Nabawi, ibarat jantung bagi segala aktifitas spiritual jutaan orang yang berkunjung ke Madinah, khususnya ke Masjid Nabawi.
Berjuta-juta orang Islam dari berbagai penjuru dunia, yang datang ke Madinah pasti akan mengunjungi Masjid Nabawi. Dan mereka yang mengunjungi Nabawi juga hampir bisa dipastikan akan sholat atau berdoa di Roudhoh. Mungkin bukan masalah yang berarti jika Roudhoh ini seluas lapangan sepakbola misalnya. Namun kenyatannya, luas Roudhoh tidak lebih daripada satu ruang kelas. kira-kira enam kali delapan meter.
Anda bisa bayangkan betapa berjubelnya jutaan orang memperebutkan tempat sesempit itu. Namun ternyata di Madinah, semua dapat berjalan dengan tertib dan nyaman, hanya sedikit berdesakan tanpa kekerasan. Berbeda dengan perebutan Multazam atau Hajar Aswad di Masjidil haram yang syarat dengan adu otot, perebutan tempat di Roudhoh berlangsung dengan relatif lembut dan sopan. Berebut tempat di Roudhoh, jamaah hanya hanya butuh kesabaran ekstra dan sedikit bergerak gesit agar dapat terus merangsek ke arah karpet berwarna dasar putih (karpet warna dasar putih ini menandai tempat bernama Roudhoh).
Terpenting sebenarnya, jamaah perlu sedikit bandel untuk beroleh Roudhoh, terutama waktu-waktu yang sibuk atau penuh. Nah, dalam hal kebandelan ini, tampaknya jamaah asal Indonesia perlu mencontoh jamaah haji dari Turki. Bila jamaah asal Indonesia biasanya datang dengan sendiri-sendiri atau berpasangan, maka orang-orang Turki biasanya selalu datang dengan bergerombol rapat dalam jumlah besar. Keuntungan jumlah besar ini adalah mereka menutup untuk sementara peluang orang lain yang ingin menyelinap mendahului mereka.

sumber : http://shafamarwasukses.com/roudhoh-butuh-kesabaran-ekstra-untuk-mencapainya/
Terima kasih telah membaca artikel tentang Roudhoh, Butuh Kesabaran Ekstra untuk Mencapainya di blog TRAVEL | BIRO | PERJALANAN | PAKET | UMROH DAN HAJI ONH PLUS jika anda ingin menyebar luaskan artikel ini di mohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silakan bookmark halaman ini diwebbroswer anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.

Artikel terbaru :

Mas Sehat | Blog Tentang Kesehatan | Mas Sehat ~ Blog Tentang Kesehatan | www.mas-sehat.com