Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
من حج ولم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه
“Barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji, kemudian dia tidak mengucapkan kata-kata yang keji atau kotor serta tidak berbuat kefasikan, maka dia akan kembali bersih (dari dosa-dosa) seperti hari ketika dia dilahirkan oleh ibunya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].
Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلاَّ الجنة
“Dari umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah sebagai penghapus dosa-dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur, tidaklah ada balasan baginya kecuali Al-Jannah.” [Muttafaqun ‘Alaihi, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]
Home
»
biaya paket umroh
»
biaya umroh murah
»
biro perjalanan haji dan umroh
»
biro perjalanan umroh murah dijakarta
»
harga paket umroh jakarta
»
ibadah umroh
»
jasa travel umroh hemat jakarta
»
Beberapa Hal yang perlu di perhatikan Jama'ah haji dan Umroh
Beberapa Hal yang perlu di perhatikan Jama'ah haji dan Umroh
biaya paket umroh
,
biaya umroh murah
,
biro perjalanan haji dan umroh
,
biro perjalanan umroh murah dijakarta
,
harga paket umroh jakarta
,
ibadah umroh
,
jasa travel umroh hemat jakarta
Thursday, April 17, 2014
Beberapa hal yang sering kurang disadari oleh sebagian jama’ahhaji dan Umroh, sehingga terjadilah perbuatan yang mengganggu dan
menyakiti sesama mu’min. Sebagai contoh: Ketika
mereka berusaha untuk mencium Hajar Aswad, ketika
melakukan raml (berlari kecil pada tiga putaran pertama)
dalam thawaf Qudum, ketika shalat di belakang Maqam
Ibrahim dan ketika minum air Zamzam.
Amalan-amalan tersebut hukumnya hanyalah sunnah,
sedangkan mengganggu dan menyakiti sesama mu’min
adalah haram. Patutkah kita mengerjakan suatu perbuatan
yang haram hanya semata-mata untuk mencapai amalan
yang sunnah? Maka dari itu hindarilah perbuatan yang
dapat mengganggu dan menyakiti satu sama lain, mudahmudahan
dengan demikian Allah memberikan pahala
berlipat ganda bagi anda sekalian.
Kemudian kami tambahkan beberapa penjelasan
sebagai berikut:
a Tak layak bagi seorang muslim melakukan shalat di
samping wanita atau di belakangnya, baik di Masjid
Haram ataupun di tempat lain dengan sebab apapun,
selama dia dapat menghindari hal itu. Dan bagi
wanita hendaklah melakukan shalat di belakang
kaum pria.
b Pintu-pintu dan jalan masuk ke Masjid Haram adalah
tempat lewat yang tak boleh ditutup dengan
melakukan shalat di tempat tersebut walaupun untuk
mengejar shalat berjamaah.
c Tidak boleh duduk atau shalat di dekat Ka’bah atau
berdiam diri di Hijir Isma’il atau Maqam Ibrahim,
sebab hal itu dapat mengganggu orang yang sedang
melakukan thawaf. Lebih-lebih di saat penuh sesak,
karena yang demikian itu dapat membahayakan dan
mengganggu orang lain.
d Mencium Hajar Aswad hukumnya sunnah,
sedangkan menghormati sesama muslim adalah
wajib. Maka janganlah menghilangkan yang wajib
hanya semata-mata untuk mengerjakan yang sunnah.
Adapun dikala penuh sesak cukuplah anda berisyarat
(dengan mengangkat tangan) ke arah Hajar Aswad
sambil bertakbir, dan terus berlalu bersama orangorang
yang melakukan thawaf. Seusai anda
melakukan thawaf janganlah keluar dengan
menerobos barisan, tetapi ikutilah arus barisan
tersebut sehingga anda dapat keluar dari tempat
thawaf dengan tenang.
e Mencium Rukun Yamani tidak termasuk sunnah,
cukuplah anda menjamahnya dengan tangan kanan
apabila tidak penuh sesak.
Untuk Informasi keberangkatan umroh silahkan hubungi kami di :
Jazira Wisata
Gedung Twink Lt. 3
Jl.
Kapten Tendean No. 82
Mampang Prapatan
Jakarta Selatan -
DKI Jakarta 12790
Call/SMS: 085274061608
Terima kasih telah membaca artikel tentang Beberapa Hal yang perlu di perhatikan Jama'ah haji dan Umroh di blog TRAVEL | BIRO | PERJALANAN | PAKET | UMROH DAN HAJI ONH PLUS jika anda ingin menyebar luaskan artikel ini di mohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silakan bookmark halaman ini diwebbroswer anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.
